pertandingan perdana spanyol tadi malam melawan itali berakhir dengan skor imbang, 1 -1. Sebagai cules dan fans fabregas tentu tidak perlu ditanyakan lagi saya mendukung siapa :D
walaupun berakhir imbang, pertandingan tadi malam, hmm...megesankan, menyenangkan. Permainan bagus dari kedua tim *spanyol lebih mendominasi dan tentu saja lebih ciamik :) hehe, susunan tim spanyol yg tidak seperti biasa, fabregas, xavi dan juga iniesta yg notabene adalah gelandang yg jarang diturunkan bersama, td malam secara mengejutkan mereka bertiga hadir di lapangan sebagai starting XI, ya...tentu saja fabregas yg merasa sangat terkejut, karena selain dia jarang dijadikan starting XI di timnas, td malam fabregas diposisikan sebagai penyerang *bayangan*, dan fuiiilllaaaaaaa.....hasilnya satu gol didaratkan fabregas ke gawang lawan.
Jangan ditanya betapa bahagianya saya, nomor 4 yg berubah jadi nomor 10, dan semoga ini membawa keberuntungan untul La Furia Roja dan untuk my beloved player Francesc Fabregas Soler :*
Minggu, 10 Juni 2012
Minggu, 03 Juni 2012
Manakala Hidupmu Tampak Susah Untuk Dijalani...
Seorang professor berdiri di depan
kelas filsafat dan mempunyai
beberapa barang di depan mejanya.
Saat kelas dimulai, tanpa
mengucapkan sepatah kata, dia
mengambil sebuah toples mayones
kosong yang besar dan mulai mengisi
dengan bola-bola golf.
Kemudian dia berkata pada para
muridnya, apakah toples itu sudah
penuh? Mahasiswa menyetujuinya.
Kemudian professor mengambil sekotak
batu koral dan menuangkannya ke
dalam toples. Dia mengguncang dengan
ringan. Batu-batu koral masuk,
mengisi tempat yang kosong di antara
bola-bola golf.
Kemudian dia bertanya pada para
muridnya, Apakah toples itu sudah
penuh? Mereka setuju bahwa toples
itu sudah penuh.
Selanjutnya profesor mengambil
sekotak pasir dan menebarkan ke
dalam toples...
Tentu saja pasir itu menutup segala
sesuatunya. Profesor sekali lagi
bertanya apakah toples sudah penuh?
Para murid dengan suara bulat
berkata, "Yaa!"
Profesor kemudian menyeduh dua
cangkir kopi dari bawah meja dan
menuangkan isinya ke dalam toples,
dan secara efektif mengisi ruangan
kosong di antara pasir.
Para murid tertawa...
"Sekarang," kata profesor ketika
suara tawa mereda, "Saya ingin
kalian memahami bahwa toples ini
mewakili kehidupanmu."
"Bola-bola golf adalah hal-hal yang
penting - Tuhan, keluarga, anak-anak,
kesehatan, teman dan para
sahabat. Jika segala sesuatu hilang
dan hanya tinggal mereka, maka
hidupmu masih tetap penuh."
"Batu-batu koral adalah segala hal
lain, seperti pekerjaanmu, rumah
dan mobil."
"Pasir adalah hal-hal yang lainnya
- hal-hal yg sepele."
"Jika kalian pertama kali memasukkan
pasir ke dalam toples," lanjut
profesor, "Maka tidak akan tersisa
ruangan untuk batu koral ataupun
untuk bola-bola golf. Hal yang sama
akan terjadi dalam hidupmu."
"Jika kalian menghabiskan energi
untuk hal-hal sepele, kalian tidak
akan mempunyai ruang untuk hal-hal
yang penting buat kalian"
"Jadi..."
"Berilah perhatian untuk hal-hal
yang kritis untuk kebahagiaanmu.
Bermainlah dengan anak-anakmu.
Luangkan waktu untuk check up
kesehatan.
Ajak pasanganmu untuk keluar makan
malam. Akan selalu ada waktu untuk
membersihkan rumah, dan memperbaiki
mobil atau perabotan."
"Berikan perhatian terlebih dahulu
kepada bola-bola golf - Hal-hal
yang benar-benar penting. Atur
prioritasmu. Baru yang terakhir,
urus pasir-nya."
Salah satu murid mengangkat tangan
dan bertanya, "Kalau Kopi yg
dituangkan tadi mewakili apa?"
Profesor tersenyum, "Saya senang
kamu bertanya. Itu untuk menunjukkan
kepada kalian, sekalipun hidupmu
tampak sudah begitu penuh, tetap
selalu tersedia tempat untuk
secangkir kopi bersama sahabat" :-)
kelas filsafat dan mempunyai
beberapa barang di depan mejanya.
Saat kelas dimulai, tanpa
mengucapkan sepatah kata, dia
mengambil sebuah toples mayones
kosong yang besar dan mulai mengisi
dengan bola-bola golf.
Kemudian dia berkata pada para
muridnya, apakah toples itu sudah
penuh? Mahasiswa menyetujuinya.
Kemudian professor mengambil sekotak
batu koral dan menuangkannya ke
dalam toples. Dia mengguncang dengan
ringan. Batu-batu koral masuk,
mengisi tempat yang kosong di antara
bola-bola golf.
Kemudian dia bertanya pada para
muridnya, Apakah toples itu sudah
penuh? Mereka setuju bahwa toples
itu sudah penuh.
Selanjutnya profesor mengambil
sekotak pasir dan menebarkan ke
dalam toples...
Tentu saja pasir itu menutup segala
sesuatunya. Profesor sekali lagi
bertanya apakah toples sudah penuh?
Para murid dengan suara bulat
berkata, "Yaa!"
Profesor kemudian menyeduh dua
cangkir kopi dari bawah meja dan
menuangkan isinya ke dalam toples,
dan secara efektif mengisi ruangan
kosong di antara pasir.
Para murid tertawa...
"Sekarang," kata profesor ketika
suara tawa mereda, "Saya ingin
kalian memahami bahwa toples ini
mewakili kehidupanmu."
"Bola-bola golf adalah hal-hal yang
penting - Tuhan, keluarga, anak-anak,
kesehatan, teman dan para
sahabat. Jika segala sesuatu hilang
dan hanya tinggal mereka, maka
hidupmu masih tetap penuh."
"Batu-batu koral adalah segala hal
lain, seperti pekerjaanmu, rumah
dan mobil."
"Pasir adalah hal-hal yang lainnya
- hal-hal yg sepele."
"Jika kalian pertama kali memasukkan
pasir ke dalam toples," lanjut
profesor, "Maka tidak akan tersisa
ruangan untuk batu koral ataupun
untuk bola-bola golf. Hal yang sama
akan terjadi dalam hidupmu."
"Jika kalian menghabiskan energi
untuk hal-hal sepele, kalian tidak
akan mempunyai ruang untuk hal-hal
yang penting buat kalian"
"Jadi..."
"Berilah perhatian untuk hal-hal
yang kritis untuk kebahagiaanmu.
Bermainlah dengan anak-anakmu.
Luangkan waktu untuk check up
kesehatan.
Ajak pasanganmu untuk keluar makan
malam. Akan selalu ada waktu untuk
membersihkan rumah, dan memperbaiki
mobil atau perabotan."
"Berikan perhatian terlebih dahulu
kepada bola-bola golf - Hal-hal
yang benar-benar penting. Atur
prioritasmu. Baru yang terakhir,
urus pasir-nya."
Salah satu murid mengangkat tangan
dan bertanya, "Kalau Kopi yg
dituangkan tadi mewakili apa?"
Profesor tersenyum, "Saya senang
kamu bertanya. Itu untuk menunjukkan
kepada kalian, sekalipun hidupmu
tampak sudah begitu penuh, tetap
selalu tersedia tempat untuk
secangkir kopi bersama sahabat" :-)
---------------------
Tulisan di atas disari dari "google bottle".
Anda bisa memberikan komentar di halaman ini:
http://www.anneahira.com/manakala-hidupmu-tampak-susah-untuk-dijalani.htm
---------------------
Anda bisa memberikan komentar di halaman ini:
http://www.anneahira.com/manakala-hidupmu-tampak-susah-untuk-dijalani.htm
---------------------
i dont know who has sent message for me
Catatan kecil untuk temanku: Riski Fatika
Jika ada sesuatu yang sangat berharga, maka itu adalah waktu.
Siapapun orangnya, tidak akan bisa mengulang setiap waktu yang
sudah terlewatkan. Tidak peduli seberapa kaya orang itu, seberapa
penting jabatannya, waktu tidak mau diajak kompromi. Ia akan terus
berjalan.
Setiap orang, dimanapun ia berada, memiliki waktu 24 jam dalam
Jika kemudian waktu bisa terulang, tentu kita semua mengharap
melakukan hal-hal yang baik saja. Memperbaiki kesalahan yang pernah
kita lakukan. Sayangnya, waktu memang tidak akan pernah bisa
terulang.
Jika kita gagal melakukan sesuatu hal, bukan berarti itu akhir segalanya.
Belajarlah dari kesalahan, dan berusahalah untuk tidak mengulanginya.
------------------------------------------------------------------------
Andai Waktu Bisa Terulang
Jika ada sesuatu yang sangat berharga, maka itu adalah waktu.
Siapapun orangnya, tidak akan bisa mengulang setiap waktu yang
sudah terlewatkan. Tidak peduli seberapa kaya orang itu, seberapa
penting jabatannya, waktu tidak mau diajak kompromi. Ia akan terus
berjalan.
Tidak peduli apakah orang-orang mampu melewatinya dengan
menyenangkan, atau sebaliknya. Setiap orang, dimanapun ia berada, memiliki waktu 24 jam dalam
sehari. Tidak ada yg mendapatkan lebih, meski hanya satu menit saja.
Semua sama. Tidak kurang, tidak lebih.
Semua sama. Tidak kurang, tidak lebih.
Jika kemudian waktu bisa terulang, tentu kita semua mengharap
melakukan hal-hal yang baik saja. Memperbaiki kesalahan yang pernah
kita lakukan. Sayangnya, waktu memang tidak akan pernah bisa
terulang.
Teman, untuk mencapai segala macam kesempurnaan, memang selalu
dibutuhkan proses 'trial and error". Oleh sebab itu, jika kemarin atau
hari ini Anda melakukan kesalahan, carilah kesempatan untuk
memperbaikinya.
hari ini Anda melakukan kesalahan, carilah kesempatan untuk
memperbaikinya.
Jika kita gagal melakukan sesuatu hal, bukan berarti itu akhir segalanya.
Belajarlah dari kesalahan, dan berusahalah untuk tidak mengulanginya.
Belajarlah memaafkan diri sendiri & memaafkan orang lain, karena
tidak ada manusia yang sempurna!
Yang lalu biarlah berlalu. Mungkin akan menjadi pengalaman selama
hayat. Bagaimanapun diri Anda di masa lalu, itu tidaklah penting.
Yang jauh lebih penting adalah bagaimana diri Anda di masa depan!
Yang jauh lebih penting adalah bagaimana diri Anda di masa depan!
Keep fight! :-)
dari temanmu,
Ahira
Kamis, 31 Mei 2012
Mei itu....
untuk semua yang sedang patah hati (lagi)
ketika anda merasakan patah hati yang sepatah-patahnya, bisa dibilang sebagai vaksinasi yang menjadikan anda kebal terhadap patah hati selanjutnya. Patah hati itu akan membuat anda menutup diri untuk orang lain, tetapi ketika anda siap membuka hati untuk orang lain dan kemudian berakhir tidak seperti yang anda harapkan, sepertinya rasa sakitnya tidak akan sama, tidak akan lebih berat bahkan tidak akan terasa sakit sama sekali.
mungkin butuh waktu lama sekali untuk merasakan sakit hati, patah hati (lagi).
saya baik-baik saja, dan anda baik-baik saja, adalah sebagian bukti ketika anda dan saya ternyata sama-sama tidak menyertakan sepenuh hati untuk hubungan kita. ya...tidak masalah, berawal dari latar belakang kisah cinta serupa, akan berakhir juga dengan suasana hati serupa.
saya harap anda bisa menjadi biasa seperti saya yang terus berusaha membuat anda menjadi biasa bagi diri saya.
terimakasih untuk kesempatan singkat mengenal kepribadian anda. belum semuanya tapi sudah sedikit membua saya bahagia.
happy mey for us, thans untuk bulan mei yang indah :)
ketika anda merasakan patah hati yang sepatah-patahnya, bisa dibilang sebagai vaksinasi yang menjadikan anda kebal terhadap patah hati selanjutnya. Patah hati itu akan membuat anda menutup diri untuk orang lain, tetapi ketika anda siap membuka hati untuk orang lain dan kemudian berakhir tidak seperti yang anda harapkan, sepertinya rasa sakitnya tidak akan sama, tidak akan lebih berat bahkan tidak akan terasa sakit sama sekali.
mungkin butuh waktu lama sekali untuk merasakan sakit hati, patah hati (lagi).
saya baik-baik saja, dan anda baik-baik saja, adalah sebagian bukti ketika anda dan saya ternyata sama-sama tidak menyertakan sepenuh hati untuk hubungan kita. ya...tidak masalah, berawal dari latar belakang kisah cinta serupa, akan berakhir juga dengan suasana hati serupa.
saya harap anda bisa menjadi biasa seperti saya yang terus berusaha membuat anda menjadi biasa bagi diri saya.
terimakasih untuk kesempatan singkat mengenal kepribadian anda. belum semuanya tapi sudah sedikit membua saya bahagia.
happy mey for us, thans untuk bulan mei yang indah :)
Rabu, 09 Mei 2012
untuk semua yang sedang jatuh hati (lagi)
Selamat Pagi….
Apa yang mewarnai awal harimu pagi ini??
Suara alarm tentu, ketukan pintu tentu, suara air kamar
mandi iya, suara burung depan kamar menghiasi hampir sebulan ini, ahh…itu semua
tidak cukup mewarnai.
Sampai suatu hari datanglah seseorang yang mewarnai
hari-harimu secara alami,
Mewarnai awal harimu setiap pagi,
Mewarnai hidupmu yang terlihat suram beberapa bulan ini.
Inilah hari ketika dia datang mengetuk pintu hati,
Mengobati gersangnya hati, dengan membawa segenggam hati…
Ahh…manis sekali
Inilah hari ketika sang mentari setiap hari menyapamu dipagi
hari,
Ketika engkau tidak lagi enggan bangun pagi
Tentu selama ini engkau tidak pernah bangun pagi
Karena tidurmu pun diawali saat pagi hari
Kemudian siapa seseorang itu?
Dia adalah orang yang telah membuatmu jatuh hati lagi
Untuk semua orang yang sedang jatuh hati J
Semangat pagi……
Demam Vektor Rodent :)
Yap….demam ini menjangkiti hampir
seluruh warga FKM yang menempuh mata kuliah PVR (Pengendalian Vektor dan
Rodent) pada semester ini. Berawal dari tugas yang di berikan tim dosen pada
awal semester, selain membuat makalah tentang vector atau rodent yang sudah
dibagi per kelompok, kita para mahasiswa yang masih labil (labil karena masih
bingung mau dibawa kemana tugas macam ini) juga mendapat tugas mengumpulkan
artikel berita dari media cetak (perlu saya ulangi lagi lagi Media Cetak) yang
membahas tentang vector dan rodent yang sudah di bagikan, mulai dari berbagai
macam jenis nyamuk anopheles, culex, aedes, berbagai macam jenis lalat metalik
dan non metalik, berbagai macam kecoa, kutu busuk, kutu manusia, pinjal, dan
tentu saja segala macam tikus dan kerabatnya.
Di era digital seperti sekarang
ini, bisa dibayangkan betapa malasnya kita sebagai mahasiswa yang sudah lama
terlena oleh fasilitas digital, oleh kecanggihan “Om gugel” tiba-tiba harus
mencari atau bisa dikatakan mengais Koran-koran atau majalah-majalah untuk
mencari sebuah artikel yang membahas salah satu vector atau rodent. Menurut salah
satu dosen, alasan memberi tugas seperti ini adalah untuk melatih kita para
mahasiswa (lagi-lagi yang masih labil) untuk tidak terlalu terlena dengan kecanggihan
om gugel yang lagi-lagi menurut beliau menciptakan suatu budaya “malas”
dikalangan mahasiswa. Mungkin saya sedikit setuju dengan alasan ini, saya
sebagai mahasiswa labil menyadari bahwa saya sering mencari sumber dari
internet daripada mencari sumber dari
buku yang ada di perpustakaan atau took buku. Menurut saya, bukannya kita harus
mengikuti perkembangan zaman untuk memanfaatkan teknologi yang sudah ada? Tapi ya
resikonya seperti sekarang ini, terkikisnya semangat kita para mahasiswa labil
untuk mencari sumber dari buku atau dari artikel-artikel dari media cetak yang
kebenarannya mungkin mempunyai nilai lebih tinggi untuk bisa
dipertanggungjawabkan.
Oke..mari kita kembali ke permasalah
demam vector rodent yang menjangkiti para mahasiswa labil. Tugas ini sedikit
banyak mempengaruhi mindset kita tentang Koran dan media cetak lainnya. Setiap ada
Koran yang terpikir “mana…mana tikus rumah, mana kutu manusia, mana nyamuk
anopheles”, kita sangat menghargai segala macam bentuk media cetak yang kita
lihat. Nah kalau berhasil menemukan 1 saja artikel yang sedikit menyinggung vector
dan rodent jangan Tanya seperti apa rasanya, hmm….seperti menemukan harta karun
yang berharga di tengah padang pasir. Kenapa saya menganalogikannya seperti di
tengah padang pasir? Karena sekarang ini sangat jarang media cetak yang
membahas tentang penyakit-penyakit yang disebabkan oleh vector dan rodent
(jarang buakn berarti tidak ada). Misalnya saja anopheles, mungkin masih banyak
artikel yang membahas tentang malaria mengingat penyakit ini masih menjadi
masalah kesehatan masyarakat di Negara kita tercinta ini. Lalu bagaimana dengan
mereka yang mendapat bagian vector kutu busuk, kutu manusia alias kutu kepala atau
katakanlah pinjal, sekarang ini sangat amat jarang (sedikit hiperbolis) media
yang mengangkat atau memuat sebuah berita tentang kutu manusia. Mengingat semboyannya
para wartawan “orang digigit anjing itu bukan berita, orang menggigit anjing
itu baru berita”, bukan berita ketika kutu manusia atau kutu busuk ditemukan di
Indonesia, jadi ya jangan menyalahkan media cetak ketika kita susah sekali
mencari artikel berita tentang vector dan rodent yang mungkin menjadi masalah
kesehatan masyarakat tetapi tidak dianggap terlalu penting oleh masyarakat itu
sendiri (sisi wartawan).
Selain membuat kita semangat
mencari artikel dari media cetak, tugas ini juga menciptakan suatu euforia tersendiri,
misalnya seperti ini
A: (ketemu si B di lampu merah) “hei
kamu pinjal bukan?”
B:”hah…bukan, aku anopheles”
Ya…seperti inilah kenyataannya,
dimana-mana dipanggil dengan sebutan vector atau rodent. Sebutan itu bahkan
menjadi kalimat sapaan bagi beberapa kalangan
A”hei, kutu manusia, aku kemarin
nemu kutu busuk lo di majalah X”
B: “ohhya?edisi berapa tu?”
Ini terlihat menggelikan
sekaligus menghibur, ya…ini lah demam vector Rodent yang sedang menjadi KLB
(meminjam istilah dr.Pudjo) di kalangan mahasiswa labil.
Untuk teman-temanku yang sedang
menyibukkan diri dengan tugas PVR, tetap semangat ya, selalu ada hikmah dari
semua cobaan yang dating (baca:tugas)
Minggu, 15 April 2012
Bangsa yang maju adalah bangsa yang tidak "Pelupa"
Pelajaran hidup ini saya dapat
ketika saya duduk sekedar mendengarkan mata kuliah Analisis Kependudukan. Dosen
saya berpendapat bahwa “Bangsa kita, masyarakat Indonesia itu terbiasa berdoa
kepada Tuhan agar ditambahkan rejekinya, dijaga kesehatannya, dipermudah
jalannya, banyak sebagian dari mereka lupa berdoa kepada Tuhan agar dikaruniai
ingatan yang kuat”. Ya…ingatan yang kuat, mungkin otak saya yang masih
mempunyai prosesor dibawah Pentium ini perlu lebih lama mencerna kalimat ini.
Ingatan yang kuat?terngiang beberapa detik di kepala saya. Kemudian beliau
melanjutkan “tahukah anda mengapa bangsa Indonesia itu tidak beranjak dari
sebutan ‘Negara berkembang’? salah satunya adalah karena kita tidak terbiasa
mengingat, tidak terbiasa berdoa meminta kepada Tuhan untuk menjaga ingatan
kita, menguatkan ingatan kita”
Oke sekarang saya mendapatkan
konsep baru, pandangan baru (dari perspektif lain) tentang bangsa Indonesia
bangsa yang terus dikatakan “berkembang” disebabkan karena masyarakat Indonesia
itu pelupa. Dari sini saya melihat dan bisa menyimpulkan, pertama dari diri
saya sendiri, saya mahasiswa semester 4
dan saya lupa (dengan sengaja maupun tidak sengaja) materi-materi
matakuliah semester 3, padahal kalu dihitung baru beberapa bulan saya
meninggalkan semester 3. Bahkan sering sekali saya lupa dengan hal-hal sepele,
seperti nama kakek saya. Jika saja banyak mahasiswa seperti saya yang pelupa,
akan jadi seperti apa bangsa kita nanti. Banyak mahasiswa sekarang ini yang
melupakan sejarah bangsa Indonesia, mungkin mereka lelah dicekoki
pelajaran sejarah bangsa lain, atau
mungkin juga memang kita lupa berdoa kepada Tuhan untuk senantiasa menjaga
ingatan kita.
Setiap ilmu, setiap pengalaman,
setiap kejadian, adalah pelajaran hidup bagi hidup kita kedepan. Ketika
seseorang melupakan masa lalu, mereka tidak akan pernah belajar dari masa lalu.
Ketika bangsa Indonesia melupakan sejarah bangsa, mereka tidak akan pernah
belajar dari masa lalu untuk menjadi maju, hasilnya predikat “berkembang” masih
terus melekat pada Negara kita tercinta, Indonesia.
Mari kita menjadi manusia yang
senantiasa berdoa kepada Tuhan agar dikaruniai ingatan yang kuat, supaya kita
semua bisa belajar dari masa lalu kemudian mengubah diri kita, mengubah bangsa
kita menjadi bangsa yang maju.
Langganan:
Postingan (Atom)

